Tanda-Tanda Jodoh (Part 2-end)


Bila kita cermati, tanda-tanda jodoh itu sangat banyak. Kadang kita kurang memperhatikan sehingga menganggap tanda-tanda itu sebagai sesuatu yang biasa, padahal sejatinya luar biasa. Diantara tanda jodoh yang akan dibahas disini adalah “3M” : Maklum, Motivasi dan Maaf.

A. Maklum

Jika ada seseorang yang sepenuhnya bisa MEMAKLUMI dan menerima kita apa adanya, dan ia adalah lawan jenis serta halal menikah dengan kita, ada kemungkinan orang itu adalah jodoh kita. Begitu pula sebaliknya. Semakin besar pintu maklum tersebut, makin besarlah peluang berjodoh. Maklum itu bagian penting dari cinta. Cinta tanpa memaklumi dapat dikatakan aneh. Termasuk didalam konteks “maklum” disini adalah mampu menoleransi sedikit perbedaan dan kemudian tetap menikah dan menghargai satu sama lain. Asal tidak dalam hal yang sangat prinsip, semisal agama atau ibadah-ibadah wajib yang telah ditentukan waktu, tata cara dan bacaan-bacaannya, insya Allah perbedaan itu tidak mengapa.

B. Motivasi

Iman itu kadang bertambah kadang berkurang. Bisa naik, bisa pula turun. Demikianlah kata baginda Rasullullah shollallahu ‘alaihi wassalam. Bukankah kita juga pernah merasakan yang demikian? Suatu hari sangat bersemangat dalam ibadah, di hari yang lain malah malas. Begitu pula dengan hal-hal yang lain.

Ketika kondisi diri dalam keadaan payah, bahkan dorongan semangat banyak orang juga tidak mampu membuat diri ini bangkit, kita tentu butuh alternatif lain sebagai motivator. Tanpa sengaja, hadirlah seseorang atas izin Allah yang ternyata mampu MEMOTIVASI, mendorong, dan membuat semangat menyala terus, ada kemungkinan dialah jodoh kita. Saya punya kawan yang supercuek. Ia seorang pelukis. Usianya sudah menginjak kepala empat, tapi belum juga mau nikah. Tiap disinggung tentang pernikahan, jawabnya selalu, “Tahu ah, gelap!” Bahkan, ketika saya dan kawan-kawan lain mencoba menyodorkan banyak kandidat untuknya, selalu saja gagal setelah proses ta’aruf berlangsung. Sampai suatu ketika ada seorang wanita yang tertarik dengan lukisannya saat ia mengikuti pameran. Tanpa dibuat-buat, wanita itu takjub dan memuji-muji karya kawan saya tersebut hingga membuat kawan saya itu ge-er. Ya, kali ini ia benar-benar lain. Bahkan, ketika wanita itu akhirnya pesan 2 buah lukisan, langsung saja ia kerjakan dengan semangat dan dalam tempo 2 hari sudah selesai. Padahal, biasanya., pengerjaan 1 lukisan butuh waktu seminggu atau 2 minggu. Ketika ada seorang kawan bertanya mengapa jadi sesemangat itu dalam melukis, bahkan diam-diam sholatnya juga jadi rajin, ia hanya tersenyum. Ketika ditebak apakah karena perempuan itu cantik, ia menjawab, “Enggak, biasa saja!” Ketika ditanya lagi apa karena lukisannya dibayar mahal, ia menjawab, “Tidak juga tuh, malah lebih murah daripada yang lain.” Usut punya usut, ternyata ia mengaku baru kali ini menemukan sesosok wanita yang sederhana, anggun, tulus dan bisa MEMOTIVASI dirinya untuk bersemangat dalam berkarya sambil berdo’a. Si wanita berjilbab itu katanya juga memiliki kata-kata yang lembut saat memberikan masukan, tanpa terkesan menggurui. Singkat cerita, mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia. Saya jadi ingat pesan Rasulullahu shollallahu ‘alaihi wassalam, yang diriwayatkan Anas bin Malik r.a. Pesan ini menyangkut tanda kalau cinta seseorang itu tulus pada orang lain. Parameternya adalah “4D” (istilah saya sendiri agar lebih mudah dipahami).

Dorong atau beri motivasi orang yang belum baik agar jadi baik, dan yang sudah baik biar bertambah baik.
Do’akan orang yang maksiat agar segera tobat.
Dampingi siapapun yang ingin memperbaiki diri.
Didik siapapun yang belum tahu agar pandai.


C. Maaf

Maaf adalah kata yang ringan, namun berat saat hendak dipraktikkan. Pengalaman saaat menjodohkan telah membuktikan hal itu. Tidak sedikit dari para pencari jodoh tidak mau melanjutkan ta’aruf karena tidak bisa MEMAAFKAN! Misalnya, ketika sang wanita bercerita pernah punya hubungan dengan lelaki lain. Tentu saja, hal itu akan menimbulkan kecurigaan di benak pria, apalagi kalau si wanita benar-benar pernah terperosok ke dalam jurang perzinaan, meskipun sudah bertobat.

Yang wanita juga memiliki alasan serupa untuk tidak memaafkan. Misalnya, karena si pria ternyata pernah tersangkut berdosa, meskipun sekarang sudah bertobat. Ada pula yang menyudahi ta’aruf lantaran si pria berkomentar yang merendahkan, seperti “Kok ruang tamu rumahmu kecil, sih?”

kisah kisah itu hanya satu bukti bahwa memaafkan itu tidak mudah. Jadi, bila ada seorang lawan jenis yang halal nikah dengan Anda dan bisa memaafkan kesalahan dan kekhilafan di masa lalu, sambil tak lupa terus memperbaiki diri, insya Allah si dia adalah jodoh Anda. Wallahu a’alm.

Note :

Betapa sedih bila tiap hari ditanya orang tua kapan mau nikah. Betapa sedih bila tiap saat ditanya sahabat kapan mau kawin. Sebagian lagi mungkin menjajikan “may” alias “may be yes may be no”. Kamu sebaiknya tampil berbeza. Hadapi semua tuntutan itu dengan cold, calm, and confident.Tetaplah percaya diri dan pahamkan bahwa kalian masih terus berikhtiar. Percaya diri adalah modal dasar untuk menghadapi aneka masalah seberat apa pun. Percaya diri itu tidak bisa dibuat-buat. Percaya diri itu tumbuh dari perjuangan untuk menjadi diri sendiri (be your self). Menjadi diri sendiri mustahil bisa terwujud tanpa mengetahui siapa dirimu sesungguhnya (know your self). Dan engkau tak mungkin bisa mengenal dirimu sendiri tanpa memasrahkan diri secara total (berislam dengan kaffah) kepada Allah Sang Maha Percaya Diri (give your self for Allah).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s